Hanya dalam waktu tiga tahun sejak dipopuler kan oleh Apple, komputer tablet telah mengalami perubahan dan sekaligus perkembangan yang sangat cepat. Itu terjadi bukan hanya karena tren user komputer personal yang berubah dari desktop dan laptop ke tablet, melainkan juga karena masuknya Linux sebagai Hanya dalam waktu tiga tahun sejak dipopuler kan oleh Apple, komputer tablet telah mengalami perubahan dan sekaligus perkembangan yang sangat cepat. Itu terjadi bukan hanya karena tren user komputer personal yang berubah dari desktop dan laptop ke tablet, melainkan juga karena masuknya Linux sebagai inti sistem operasi komputer tablet. Ini terjadi sejak Google dan banyak perusahaan besar merilis Android untuk tablet sehingga harganya menjadi sangat murah.
Dunia TI kembali “panas” ketika pengembang distro Linux Ubuntu, Canonical, merilis Ubuntu untuk tablet pada Februari 2013 ini. Masuknya Ubuntu ke era tablet ini akan mengubah pola penggunaan tablet, dari yang selama ini hanya untuk web browsing, membaca buku, berkomunikasi, memutar multimedia, atau bermain game menjadi tablet serba guna untuk bekerja di kantor, seperti fungsi laptop dan desktop. Apalagi, keyboard dan mouse murah dan mudah dipasangkan ke tablet.
Sebuah tablet Linux dapat memiliki user account lebih dari satu sehingga tablet dapat digunakan oleh lebih dari satu orang secara aman, terutama dengan adanya teknologi enkripsi yang membuat data user yang satu tidak dapat diakses user lain. Selain kekurangan dari sisi multi-user, tablet era lama semacam Android masih memiliki kekurangan jika difungsikan sebagai komputer kerja sehari-hari karena belum tersedia aplikasi desktop, seperti LibreOffi ce atau OpenOffi ce, Gimp, dan lain-lain. Aplikasi desktop masih sangat dibutuhkan user komputer yang belum memiliki akses Internet cepat untuk menjalankan aplikasi berbasis web atau cloud.
Jika tablet Ubuntu ini laris seperti tablet Android, maka penetrasi Linux di pasar desktop akan mengalami lompatan. Konsep Open Source yang digunakan Ubuntu, seperti juga Android, mengizinkan pengembang lain belajar atau meniru dengan mudah hal yang telah dilakukan pengembang Ubuntu. Jika Ubuntu, Android, dan distro Linux lain memasuki era baru, tablet yang juga dapat berfungsi sebagai laptop atau desktop, maka era sistem operasi proprietary akan segera berakhir dan diganti era Linux.
Full description