Eksklusif: Curahan Hati Istri Novel Baswedan

Eksklusif: Curahan Hati Istri Novel Baswedan

Novel Baswedan yang wajahnya disiram air keras usai salat Subuh di masjid dekat rumah sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan RS Mata Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Dengan beberapa pertimbangan, dia kemudian dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Singapura.

Rina Emilda, istri Novel, mengungkap, teror demi teror menimpa suaminya. Wanita berwajah tirus ini saat bercerita tampak pucat, matanya agak sembab. Namun dia tak kehilangan senyum yang memancarkan ketegaran dan ketabahan.

Kadang Rina menyebut suaminya dengan sebutan Bapak atau Pak Novel, kadang Abi (panggilan anak-anak kepada Novel). Wawancara sempat berhenti dua kali, saat terdengar azan Ashar dari masjid dan ketika Rina harus memberikan ASI pada Umar putra bungsu yang usianya baru 4 bulan. Berikut ini curahan hati Rina Emilda selengkapnya.

Sejak awal Pak Novel berdinas di kepolisian, dia tahu semua pekerjaan berisiko. Menurutnya risiko bisa diminimalisasi. Tapi apa yang terjadi adalah takdir. Walaupun seluruh orang di dunia ingin mencelakakan kita, kalau itu bukan takdir kita, ya tidak akan terjadi. Saya sebagai istrinya memahami itu.

Begitu juga ketika Pak Novel mengajukan diri sebagai penyidik KPK pada akhir tahun 2006 dan mulai aktif tahun 2007, dia sudah siap dengan segala konsekuensi. Pada tahun pertama sampai sebelum 2012 semua berjalan baik. Kalau ada dinamika, menurut saya itu risiko pekerjaan. Sudah tak terbilang teror melalui telepon maupun WhatsApp.

Serangan pribadi mulai terjadi sejak Bapak menangani kasus simulator SIM pada tahun 2012. Serangan pertama terjadi di kantor. Waktu itu saya di rumah lagi menyusui anak keempat, banyak telepon masuk, “Mbak, Abang mau ditangkap.”

Tak lama kemudian Pak Novel telepon, posisinya di kantor KPK, menceritakan situasi yang dihadapinya seperti apa. “Tolong jagain anak-anak,” begitu pesannya. Saya istighfar dan menuruti apa kata suami.

Serangan kedua terjadi di rumah. Suatu malam pada tahun 2015, saya merasakan rumah ramai sekali, saya tidak keluar oleh suami. Kata Pak Novel, “Ini penangkapan, Abi hadapi, kamu tunggu anak-anak di rumah.”

Waktu itu saya sudah mulai akrab dengan orang Kontras, HAM, aktivis antikorupsi. Saya kontak mereka. Alisa Wahid (putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid) mengatakan ini harus dilawan. Saya bikin petisi. Suami saya akhirnya dibebaskan. Saya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, atensinya luar biasa.

(Teks: Siti Afifiyah/Wanita Indonesia)

Kelanjutan curahan hati Rina yang sempat diteror hingga 5 kali dapat dituntaskan di tabloid “Wanita Indonesia”

Baca juga Chelsea Islan menjadi agen perubahan, genggaman erat tangan Julia Perez, Linda Mardalina yang beli susu bayi saja tidak mampu, Ida Fiqriah dan Patricia Yora sang srikandi Garuda Indonesia, kecantikan: the beauty of modern Kartini, busana: pesona kebaya nusantara, cerah berseri dengan bedak dingin, resep praktis ala Kartini urban, menyelami budaya ramen Jepang, tubuh sehat belum tentu hemoglobin sehat, serta artikel lannya seputar gaya hidup wanita Indonesia terbaru dan terkini pada edisi kali ini.

Baca majalah “Wanita Indonesia” edisi terbaru

Sumber Gambar: Hello Sehat