Ingin Punya Bayi Laki-Laki? Simak Langkahnya

Ingin Punya Bayi Laki-Laki? Simak Langkahnya

Bagi banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, tidak masalah apakah bayinya nanti perempuan atau laki-laki. Yang penting, bayi lahir dengan sehat. Tetapi, banyak juga calon orangtua yang mendambakan anak laki-laki untuk meneruskan nama marga. Atau, karena punya anak pertama laki-laki dianggap lebih ideal. Masalahnya, bagaimana cara mendapatkan bayi dengan jenis kelamin tertentu?

“Kalau secara medis, saya hanya bisa menyarankan dua cara, yaitu inseminasi atau bayi tabung untuk menentukan jenis kelamin bayi. Itu yang medically approved dan scientifically approved,” ujar dr. Ivander Utama, SpOG, dokter kandungan dan kebidanan dari RSIA Bunda Menteng, Jakarta Pusat.

1. Inseminasi Buatan

Menurut Ivander, program inseminasi memiliki tingkat keberhasilan hingga 70% di mana dokter dapat menentukan gender dengan menyeleksi spermanya, mana sperma laki-laki (Y) dan mana sperma perempuan (X).

Hal ini sesuai dengan teori kromosom yang mengatakan, sperma yang dikeluarkan laki-laki memiliki dua jenis kromosom seks, yaitu X dan Y, sementara wanita punya dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Jika sperma dengan kromosom X membuahi sel telur, maka bertemulah X dengan X, sehingga janin akan berjenis kelamin perempuan (XX). Jika yang membuahi adalah sperma dengan kromosom Y, maka Y akan bertemu X, sehingga akan mendapat janin laki-laki (XY).

Proses inseminasi buatan diawali dengan menampung sperma di dalam gelas khusus untuk dipisahkan dari semennya (cairan sperma). Penyaringan ini dilakukan untuk memisahkan sperma X dan Y dengan mempertimbangkan berat molekul yang berbeda (teknik swim-down). Biasanya sperma Y berenang ke atasnya lebih cepat dibandingkan sperma X (teknik swim-up).

Kemudian dokter memilih jenis sperma melalui ciri-ciri spesifiknya seperti sperma Y yang berbentuk bundar, lebih kecil, bersinar terang, dan gerakannya lebih cepat. Sementara sperma X ukurannya lebih besar, gerakannya lamban, dan bentuknya lebih panjang. Jika sudah ditemukan, maka sel sperma disuntikkan ke dalam rahim istri pada masa subur.

2. Bayi Tabung

“Menentukan jenis kelamin dengan metode bayi tabung bisa sampai 99% tingkat ketepatannya. Itu juga kalau (program bayi tabungnya) berhasil. (Tingkat keberhasilan) itu kembali ke kapan mulai menjalani bayi tabung. Semakin lanjut umurnya, semakin kecil peluang berhasilnya,” lanjut Ivander.

Metode bayi tabung dilakukan dengan cara membuahi sel telur di luar tubuh. Istilahnya, emm-bypass fungsi dari hubungan suami istri hingga fungsi rahim dan saluran telur. Dokter akan melakukan pemetikan sel telur dari sang ibu untuk disatukan dengan sperma di luar rahim.

(Teks: Felicitas Harmandini/NAKITA)

Ada alternatif lain untuk menentukan jenis kelamin anak. Temukan di tabloid NAKITA

Baca juga pola asuh milenial untuk anak laki-laki, Sabai Morscheck yang inginkan anaknya jadi fotografer alam liar, rahasia di balik agresivitas anak laki-laki, aktivitas yang bikin anak laki-laki jadi cerdas, resep menu untuk si anak yang energik, serta artikel khusus seputar anak laki-laki dan tip parenting pada edisi kali ini.

Langganan tabloid “NAKITA” 14 edisi untuk 3 bulan

Baca NAKITA dan ribuan edisi majalah lainnya di SCOOP PREMIUM

Sumber Gambar: Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *