Lead or Leave It: Pelajaran dari Kepemimpinan Adolf Hitler dan Mahatma Gandhi

Lead or Leave It: Pelajaran dari Kepemimpinan Adolf Hitler dan Mahatma Gandhi

Seorang pemimpin bukan hanya harus memiliki karakter yang kuat agar mudah mempengaruhi anggotanya. Bila pemimpin hanya memiliki karakter seperti itu, ia hanyamembuat anggotanya sebagai pengikut yang selalu menuruti apa saja kata pemimpin itu. Padahal, kemampuan memengaruhi bisa membuat anggota sang pemimpin tidak hanya menjadi pengikut namun pemimpin-pemimpin selanjutnya. Karena fungsi utama seorang pemimpin adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin, bukan pengikut.

Ada dua contoh kontras untuk memperjelas pemahaman mengenai kepemimpinan yang berdampak positif dan negatif: cara kepemimpinan Adolf Hitler dan Mahatma Gandhi. Penjelasannya dikutip dari buku “Lead or Leave It” berikut.

Adolf Hitler dan Mahatma Gandhi

Adolf Hitler adalah contoh ekstrem kepemimpinan. Setelah sukses menasbihkan dirinya sebagai fuhrer gerakan NAZI Jerman saat itu, Hitler memberikan pelajaran yang sangat bermakna tentang kepemimpinan. Ia menunjukkan bahwa kemampuan memengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan bisa digunakan untuk mencapai suatu tujuan negatif dan merugikan banyak orang. Hitler, sebagaimana tertulis dalam sejarah, adalah orang yang memiliki pengaruh kuat yang berhasil menebar rasa takut dan ancaman terhadap rakyat Jerman, sehingga mau tidak mau, mereka terpengaruh dengan terpaksa.

Berbeda dengan Hitler, Bapak Bangsa India Mahatma Gandhi juga berkenan membagikan pelajaran sekaligus keteladanan, yaitu ketika beliau secara paripurna berhasil memimpin dirinya sendiri dengan memberikan contoh keteladanan yang konsisiten dengan cara melakukan gerakan SWA untuk melawan kolonialisme Inggris Raya. Ia memberikan contoh cara memengaruhi dengan membangun kekuatan pribadi terlebih dahulu. Kekuatan pribadi Gandhi berbanding lurus dengan terbangunnya rasa hormat dari rakyat. Kepemimpinan Gandhi untuk membangun kebaikan mampu memengaruhi rakyat untuk melakukan tindakan positif dengan memerdekakan India tanpa perang.

Lead or Leave It: Pelajaran dari Kepemimpinan Adolf Hitler dan Mahatma Gandhi

Baik Gandhi maupun Hitler adalah pemimpin besar dalam sejarah umat manusia. Perbedaannya, Gandhi memimpin dan memengaruhi rakyat India dengan membangun kekuatan pribadi melalui keteladanan dan pembangunan rasa hormat, sedangkan Hitler memimpin dan memengaruhi rakyat Jerman melalui gerakan NAZI yang sangat agresif dengan membangun rasa takut dan memaksimalkan kekuatan posisi yang diraihnya sebagai seorang fuhrer.

Dengan kata lain, jika kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi, maka ada dua cara untuk memengaruhi. Pertama, dengan membangun rasa hormat atau respek, seperti yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi. Kedua, dengan membangun rasa takut atau ancaman. Inilah pola yang dipilih Hitler dalam menggerakkan rakyat Jerman untuk berperang.

Selain tentang kemampuan memengaruhi, buku karya Jazak Yus Afriansyah ini juga memberikan teori tentang tipe-tipe kepemimpinan dengan melihat fakta dari para pemimpin yang ada di dunia. Buku ini juga menjabarkan tentang pilihan yang diberikan dalam kepemimpinan yang terjadi dalam hidup. Anda pasti akan dihadapkan pada dua pilihan: pimpin (lead) atau tinggalkan (leave). Anda punya peluang untuk naik jabatan dan memimpin para anggota dan kolega Anda. Namun, jika leadership skill tidak dikuasai, mau tak mau Anda harus meninggalkan peluang tersebut. Lalu, jenis kepemimpinan yang bagaimana yang akan Anda pilih?

Tentang Penulis

Jazak Yus Afriansyah dikenal sebagai author, coach, trainer (ACT) of Professional Skill Series atau penulis dan pelatih seri keahlian profesional. Hingga saat buku ini ditulis, Jazak telah memiliki pengalaman profesional lebih dari 18 tahun. Tujuh tahun di bidang sales and marketing dan 11 tahun hingga sekarang membangun pengalaman profesionalnya di bidang human resources terutama pada learning and development sebagai training and development manager, sales operational manager di beberapa perusahaan lokal maupun internasional.

Baca “Lead or Leave It” karya Jazak Yus Afriansyah

Baca buku ini dan lebih dari 13.000 buku lainnya di SCOOP Premium

(Sumber Gambar: Business Insider)