Lika-Liku Jusuf Kalla Meraih Kursi Calon Wakil Presiden

Keputusan telah ditetapkan. Jokowi bersama Jusuf Kalla maju dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang. Mereka siap bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

TEMPO: Jusuf Kalla, Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, dan Wiranto

Memang tak mudah bagi Megawati Soekarnoputri selaku ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memilih Jusuf Kalla. Banyak saran dan usulan dari para pemimpin partai politik ke rumahnya. Sejumlah nama pun ditolak oleh Megawati di detik-detik terakhir. Lantas, mengapa Jusuf Kalla yang terpilih?

Tamu lelaki dan perempuan itu datang malam-malam ke rumah Jusuf Kalla di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat dua pekan lalu. Aksa Mahmud, pengusaha asal Makassar, kebetulan sedang bercengkerama di rumah besannya itu. ”Mereka utusan Ibu Megawati,” ujar Aksa kepada Tempo, Kamis pekan lalu.

Aksa menolak menyebutkan identitas kedua orang itu. Ia hanya tersenyum ketika ditanyakan apakah mereka Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo. Yang pasti, kata dia, keduanya menyampaikan pesan politik dari Megawati. ”Mereka serius, tapi diselingi canda,” ujar Aksa.

Satu jam bertamu, dua orang itu meninggalkan rumah Kalla. Dua hari kemudian, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan calon presiden Joko Widodo menghubungi Kalla melalui telepon. Lalu semua menjadi jelas. Teka-teki selama beberapa pekan terakhir terjawab sudah. Jusuf Kalla, wakil presiden 2004–2009, telah ditetapkan sebagai pendamping Jokowi.

Baca Selanjutnya Majalah TEMPO

Seperti apa cerita lengkap di balik pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla? Apa saja jalan yang ditempuh Jusuf Kalla dalam meraih kursi calon wakil presiden? Simak kelanjutannya pada edisi terbaru Majalah TEMPO hanya di SCOOP.

Beli Edisi Terbaru Majalah TEMPO (Rp. 35.000)