Ninevelove: Kisah Sang Mantan, Simak Wawancara Eksklusif Bersama Penulis

Ninevelove - J.S. Khairen

Bagaimana jika kita terlalu cinta kepada seseorang dan membuat karya atas apa yang sedang kita alami dengan seseorang tersebut? Adalah J. S. Khairen yang membuat sebuah cerita yang dicetak satu dan hanya untuk sang kekasihnya dulu. Dan ternyata ia memberanikan diri untuk menerbitkannya untuk Anda.

SCOOP berbincang bersama penulis “Ninevelove”, J. S. Khairen, dari arti kata “Ninevelove” itu sendiri hingga hal menarik yang membuat Anda tidak boleh melewatkan buku ini. Simak wawancara eksklusifnya berikut.

Halo Mas J. S. Khairen. Apa kabar? SCOOP panggil Mas Jombang ya. Sebelumnya, SCOOP ucapkan selamat atas terbitnya buku terbaru bertajuk “Ninevelove”! Apakah ini karya fiksi pertamamu?

Halo kawan-kawan SCOOP, saya orang Minangkabau tulen tujuh turunan, jadi panggil Uda lebih pas. Hehehe. Grazie! Ini karya fiksi saya ketiga. Novel pertama berjudul “Karnoe” dan novel kedua berjudul “Bunda Lisa”. Cuma genre yang pas untuk anak muda memang baru ini.

Dari judulnya sudah menarik. Ninevelove. Adakah hubungannya dengan surat-menyurat (envelope)?

Novel ini sudah saya kerjakan jauh sebelum novel pertama saya terbit. Awalnya, ini saya tuliskan untuk mantan kekasih saya sewaktu kuliah dulu dengan judul 9 Steps Suite. Hanya dicetak satu dan hanya untuk dia. Itu kenapa di sampul “Ninevelove” ada kalimat “Hanya untuk satu orang, hanya untuk kamu".

9 Steps Suite itu maksudnya tahapan yang saya lalui untuk bisa menghapuskan memori tentang hubungan kami. Seperti istilah 12 Steps Suite pada pecandu narkoba. Begitu pula cinta, candu.

Pada perkembangannya, saya menemukan istilah itu kurang ramah publik. Hehe. Jadilah bersama teman-teman di Rumah Perubahan kami berdiskusi, menentukan judul yang tepat menjadi “Ninevelove”. Sembilan surat cinta.

Wah, ternyata dari pengalaman pribadi ya. Pada sampul “Ninevelove” terdapat siluet tiga persona di sana, apakah itu menandakan novel ini bertema cinta segitiga?

Iya dan tidak. Pada kenyataan di pergaulan anak muda, jarang sekali cinta segitiga yang benar-benar hanya tiga orang. Pasti melibatkan orang lain. Ada cinta segitiga yang tiap sudutnya membentuk segitiga lagi, yang kemudian membentuk segitiga lagi. Ada pula istilah tikung menikung dan sebagainya. Namun tokoh sentral dalam novel ini memang tiga orang sahabat. Dewi, Joven, dan Guruh.

Lalu dari sinopsisnya apakah ini termasuk kisah cinta yang di dalamnya mengandung tema “benci jadi cinta”?

Dua-duanya. Karena mereka satu paket. Tidak boleh terpisah. Ada pepatah Suku Indian yang mengatakan; dalam tiap jiwa manusia, terdapat dua ekor serigala yang selalu bertarung. Satunya serigala cinta, lainnya benci. Yang akan menang adalah yang paling sering diberi makan.

Apa yang membedakan buku ini dengan novel sejenisnya dan apa yang sebenarnya ingin disampaikan Uda Jombang?

Pertama. Saya beberapa bulan belakangan sering memposting di Instagram @JS_Khairen beberapa potongan puisi, sajak atau quotes dari naskah ini. Tulisan itu ada yang saya tulis tangan atau pakai mesin tik dan dijepret di belakang objek yang indah. Nanti di novelnya, pembaca akan merasakan emosi dan rasa tersendiri ketika membawa kutipan-kutipan itu.

Kedua. Memperjuangkan seseorang hendaknya adalah siapa yang selalu berdiri di samping kita. Bukan yang pernah melempar kita di lembah, bukan pula orang yang sudah ke puncak tanpa ingin kehadiran kita. Sederhana sekali. Kadang kita lupa, yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan.

Ketiga. Menulis dengan hati adalah kejujuran paling murni. Kita lihat ekonom galau tentang negara, pakar hokum galau tentang keadilan, guru galau tentang pendidikan. Semuanya menulis dan tulisan yang jujur selalu mendapat tempat terbaik di hati pembaca.

Beli Buku “Ninevelove” karya J. S. Khairen

Bagaimana perjalanan penulisan novel ini? Apakah buku asli yang dulu diberikan pada mantan kekasihnya persis sama dengan buku ini?

Ya tentu ada yang sama ada yang saya tambahkan kemudian. Perjalanan menulisnya cukup panjang dan melelahkan. Easy reading is damn hard writing. Saya bawa naskah ini ke banyak kelompok pertemanan dan berbagai komunitas untuk ditelanjangi. Saya juga minta saran kepada penulis-penulis seperti Bang Tere Liye dan kelasnya Bang Raditya Dika untuk dibedah. Buku yang sampai ke tangan pembaca nantinya akan menjadi bacaan berkualitas kualitas namun tetap ringan.

Boleh kami tahu beberapa puisi, sajak dan quotes yang uda Jombang pernah posting di Instagram @JS_Khairen?

“Ia terlalu jauh, itu kenapa aku belajar berlari. Kalaupun tak bisa menyusul, aku tak harus takut lagi jika ia pergi."

“Beri aku janji paling abadi. Maka akan aku tampung setiap tetes embun di ujung-ujung ilanang, sepanjang usiaku.”

“Ia menembus dinding perasaanku dengan intan, logam terkuat itu. Penggores paling tajam, tapi tak berbekas. Ia sobek dengan air mata, yang kemudian membuatku rapuh bagai kertas tisu."

“Tahukah engkau apa hal paling kejam yang pernah dilakukan oleh manusia? Bukan genosida, bukam pula Bom Hiroshima. Tapi berbohong pada hati sendiri.”

Bagaimana cara untuk mendapatkan buku ini?

Buku cetaknya bisa dipesan melalui gramedia.com. Selain itu, buku ini tersedia dalam bentuk digital dan dapat dibeli di getscoop.com.

Sebelum buku ini terbit dan sampai ke tangan pembaca, apakah Uda Jombang ada pesan dan harapan tersendiri?

Jangan tenggelam dalam tulisanku, aku takkan menolong.

Terakhir nih. Apakah Uda Jombang suka membaca buku digital?

Jangankan membaca buku digital, menulis pun saya di media digital. Dua dari 4–5 buku yang saya baca tiap bulan adalah digital. Untuk novel ini, 80 persennya saya selesaikan di gadget. Saya tulis di mana saja. Di kereta, di atas motor, di gunung. Segala tempat.

Beli Buku “Ninevelove” karya J. S. Khairen