Perubahan Bentuk Tubuh pada Ibu Hamil

Perubahan Bentuk Tubuh pada Ibu Hamil

Ketika menjalani kehamilan, terjadi peningkatan kadar hormon seperti ekstrogen dan progesteron, serta peningkatan aliran darah di berbagai area tubuh. Hal-hal inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada tubuh ibu hamil. Perubahan apa sajakah yang dialami ibu hamil? Cari tahu penjelasan dr. Dian Indah Purnama Sp.OG. berikut.

1. Kulit

Hormon kehamilan menyebabkan timbulnya bercak-bercak hiperpigmentasi atau peningkatan kelenjar warna kulit, yang biasa ditemukan di daerah wajah seperti chloasma atau melasma gravidarum atau disebut juga topeng kehamilan, lalu terjadi juga di pusar, daerah kemaluan, areola dan puting, serta timbul garis kehitaman di tengah perut mulai dari pusar hingga atas tulag kemaluan, yang disebut sebagai linea nigra. Hal tersebut bisa terlihat jelas pada beberapa ibu hamil tapi bisa terlihat samar pada ibu hamil lain. Hiperpigmentasi ini akan menghilang dengan sendirinya pasca persalinan.

Begitu memasuki akhir kehamilan, kadang ibu hamil menemukan timbulnya garis-garis berwarna kemarahan di perut, bokong, paha, ataupun payudara. Garis-garis ini disebut stretch marks yang disebabkan oleh meregangnya kulit di bagian-bagian tersebut. Untuk mencegah timbulnya stretch marks, perlu perawatan kulit sejak awal seperti menggunakan pelembab secara rutin, lebih diutamakan yang berbahan alami. Hindari menggaruk kulit perut agar stretch marks tidak makin menjadi.

2. Kaki

Ibu hamil sering mengeluhkan kaki yang membengkak, terutama setelah berdiri lama atau berjalan. Hal itu wajar terjadi, karena akibat hormon yang menyebabkan cairan lebih menumpuk dalam tubuh. Rahim yang membesar juga menghambat aliran darah balik dan aliran limfa dari kaki, menyebabkan kaki tampak membengkak.

Untuk meringankan keluhan tersebut, sebaiknya ibu hamil jangan duduk dengan kaki menggantung, cari alas agar kaki bisa berpijak jika harus duduk di tempat yang agak tinggi. Saat berbaring, angkat kaki lebih tinggi dari dada untuk membantu memperlancar aliran darah balik ke jantung. Gunakan alas kaki yang nyaman, ukuran yang sesuai, dan jangan terlalu sempit.

3. Rambut

Saat hamil, rambut ibu hamil umumnya semakin tebal dan berkilau, kerontokan rambut juga akan jauh lebih berkurang dari biasanya. Selain itu, ibu hamil juga akan mengalami parubahan rambut di daerah-daerah yag tidak biasa seperti perut, wajah, dan punggung. Hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon dan meningkatnya aliran darah di tubuh serta meningkatnya metabolisme pada kehamilan.

Pasca persalinan, siklus pertumbuhan rambut akan kembali normal. Rambut-rambut yang seharusnya sudah rontok selama kehamilan kemarin, saat ini siap untuk diganti yang baru. Maka tidaklah mengherankan jika rambut rontok lebih banyak dari biasanya selama kurang lebih setahun pasca persalinan.

(Teks: Deppy Marlinda / Tabloid Mom & Kiddie)

Bagaimana dengan perubahan bentuk pada bagian payudara, perut, dan vagina ibu hamil? Simak di tabloid “Mom & Kiddie”

Baca juga trik mendidik anak beda usia ala Mona Ratuliu, dampak proses persalinan pada bayi, pentingnya mengetahui suhu tubuh bayi, agar kakak dan adik mau mengalah, masalah yang biasa terjadi pada ibu menyusui, cermat memakai lipstik matte, tepat mendandani anak perempuan, tentang anak yang memainkan alat kelamin, tip memilih buku pendidikan seks, kiat hadapi keluarga besar pasangan, serta artikel lainnya seputar ibu dan anak pada edisi kali ini.

Berlangganan tabloid “Mom & Kiddie” 6 edisi / 3 bulan

(Sumber Gambar: pixabay.com)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *