Selain Terapi, Berikut Langkah Atasi Trauma Anak

Trauma Anak

Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami trauma. Mulai dari di-bully, pertengkaran orang tua, kekerasan orang tua, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, sampai kejadian menyeramkan yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Salah satu contoh peristiwa yang bisa membuat anak-anak mengalami trauma adalah peristiwa pembunuhan yang terjadi di Pulomas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Apalagi, dalam peristiwa pahit itu, anak-anak menjadi korban.

Secara umum, gejala trauma pada anak dapat dikenali dari perubahan tingkah laku. Misalnya, tiba-tiba anak menjadi pendiam, murung, tidak berdaya, dan mudah takut. Secara fisik, anak, misalnya, sering mengeluh pusing, muntah-muntah, sakit perut, dan nafsu makan menurun. Gejala lain adalah anak tiba-tiba jadi mudah menangis tanpa sebab, tidak bisa tidur, atau tidur dengan gelisah, tidak mau ditinggal sebentar, dan terlalu peka terhadap suara keras.

Untuk mengatasi agar trauma anak tidak berkepanjangan, ada baiknya anak-anak dijauhkan dari situasi yang terlalu menakutkan baginya. Jika anak mengalami trauma berat, segera berikan terapi khusus. Selain terapi, Lita Gading M.Soc.Sc., M.Psi. akan memberikan beberapa cara untuk mengatasi trauma pada anak.

Berikan rasa aman dan nyaman

Buatlah anak merasa nyaman dengan memberikannya pelukan, memberikan kehangatan, dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Terciptanya rasa aman membuat anak tidak merasa cemas yang berlebihan. Jadikan kesempatan tersebut untuk mengajarkan rasa empati dan menanamkan nilai agama.

Biarkan anak menangis

Pada saat anak kaget atau merasa terancam, reaksi yang pertama ditimbulkan adalah menangis. Menangis merupakan cara anak untuk menyalurkan emosinya untuk menenangkan gejolak hatinya. Oleh karena itu, biarkanlah dia menangis untuk mendapatkan ketenangan.

Ajak bicara

Cara paling mudah untuk menghilangkan rasa trauma pada anak adalah dengan mengajaknya bicara. Minta padanya untuk menceritakan apa yang sedang ia rasakan. Dari pembicaraan itu, mulailah belajar untuk memahami apa yang dirasakan anak.

(Teks: Cahya)

Simak hal penting lainnya untuk atasi trauma anak di tabloid “Genie”

Baca juga Titi Kamal dan Tora Sudiro dalam film terbaru mereka Demi Cinta, Marshanda yang berkompromi dengan mantan suami Ben Kasyafani demi anak, berwisata sambil belajar sejarah bersama komunitas Nyok ke Museum, Ananda Sukarlan yang sering ditentang karena gratiskan kursus musik klasik, rumah artistik dengan kayu jati, dan artikel hiburan lainnya pada edisi kali ini.

Berlangganan tabloid “Genie” 24 edisi / 6 bulan

(Sumber Gambar: pexels.com)

Comments