World Happiness Report 2017: Indonesia Peringkat ke-81

World Happiness Report 2017: Indonesia Peringkat ke-81dan Bagaimana Menjadi Bahagia

Bahagia bukan hanya tentang hal-hal menggembirakan yang sedang Anda rasakan. Tahukah Anda kuis sebuah gelas yang diisi setengah? Anda akan dihadapkan pada dua pilihan yaitu setengah kosong atau setengah terisi. Manakah yang Anda pilih? Bila Anda memilih setengah kosong berarti Anda tidak sedang bahagia. Namun sebaliknya, bila Anda memilih setengah penuh berarti Anda sedang merasa bahagia dan sehat walafiat. Kenapa begitu? Karena rasa optimis memberikan 50% kemungkinan yang lebih kecil untuk memiliki penyakit seperti jantung, serangan jantung, dan stroke. Lalu, negara manakah yang menjadi negara paling bahagia di planet Bumi?

World Happiness Report 2017

Norwegia menggeser sesama negara Skandinavia, Denmark, menjadi negara paling bahagia sesuai dengan Laporan Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report) 2017 yang dikeluarkan oleh Jaringan Solusi Pembangunan Berkesinambungan atau Sustainable Development Solutions Network (SDSN) pada Senin (20/3/2017). SDSN adalah inisiatif global yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2012. Norwegia berada di peringkat pertama dari 155 negara lainnya. Berkebalikan dengan Norwegia, negara-negara sub-Sahara Afrika bersama Suriah dan Yaman merupakan negara yang warganya paling tidak bahagia. Sedangkan Indonesia berada di peringkat ke–81.

Menurut kabar yang dikutip dari Harian Kompas (21/3/2017), Jeffrey Sachs, Direktur SDSN dan Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB, mengatakan, negara yang warganya paling bahagia adalah negara yang memiliki keseimbangan kemakmuran, kebiasaan yang terukur, dan modal sosial, dengan tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat, ketimpangan rendah, dan kepercayaan kepada pemerintah.

Menurut Sachs, tujuan dari Laporan Kebahagiaan Dunia adalah untuk menyiapkan alat lain bagi pemerintah, dunia bisnis, dan masyarakat sipil untuk membantu negara mereka menemukan cara lebih baik agar warganya lebih sejahtera.

Mengenai Laporan Kebahagiaan Dunia tahun 2017, SDSN melakukan penelitian terhadap warga dari 155 negara anggotanya. Dari penelitian tersebut, disusun peringkat sesuai dengan sejumlah variabel yang berkaitan dengan kebahagiaan seseorang.

Beberapa variabel itu antara lain produk domestik bruto per kapita, kesehatan, rata-rata usia harapan hidup, tingkat korupsi dan kebebasan sosial, serta level korupsi di dunia industri dan pemerintahan.

Bagaimana menjadi bahagia?

Banyak orang mengira bahwa menjadi bahagia itu sulit karena begitu banyak tekanan dan pikiran yang harus dihadapi. Banyak orang pula bertanya-tanya apa yang diinginkan dari kehidupan yang mereka jalani. Tentu saja hidup yang hanya berlaku sekali itu harus diisi dengan penuh kebahagiaan.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menjadi bahagia? Banyak sekali artikel di internet yang merekomendasikan cara-cara ampuh menjadi manusia bahagia. Kebanyakan dari mereka mengawalinya dengan berpura-pura bahagia. Yah, hal ini sebenarnya cara paling utama bagi Anda yang sedang mengalami hari dan perasaan yang buruk. Dengan berpura-pura bahwa Anda sedang bahagia, Anda akan menemukan bahwa kepura-puraan itu akan berubah menjadi sebuah kebenaran. Dan, viola, Anda akan merasa bahagia dengan sendirinya.

Baca Harian KOMPAS hari ini

Temukan berita terkini lainnya seperti bencana yang menyebabkan pemiskinan, Sungai Kapuas yang notabene sungai terpanjang itu kini semakin rusak akibat tambang ilegal, ditemukan lagi gambar Cadas kuno di Sumatera, gerakan literasi sekolah bersambut di daerah, area survei disepakati 2,2 hektare terkait kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, bahasan Sosok tentang Sapardi Djoko Damono bertajuk “Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?”, serta reforma agraria dipercepat.

Dapatkan koran “KOMPAS” (Rp 149.000 / 3 bulan)